Borneodigital.co.id - Sigma menghadirkan pilihan lensa untuk berbagai kebutuhan fotografi dan videografi melalui tiga produk dengan karakter berbeda, yaitu Sigma 85mm F1.2 DG | Art, Sigma 20-60mm F2.8-4 DG | Contemporary, dan Sigma 50-120mm F2.8 DC OS | Contemporary. Ketiganya menawarkan kombinasi kualitas optik, fleksibilitas, dan desain yang disesuaikan dengan kebutuhan fotografer maupun kreator video modern.
Mulai dari lensa portrait dengan bukaan F1.2 yang menghasilkan bokeh lembut, zoom standar full-frame dengan sudut ultra-wide 20mm, hingga telefoto APS-C dengan aperture konstan F2.8, ketiga lensa ini menawarkan pendekatan berbeda untuk mendukung kreativitas di berbagai situasi pemotretan.
1. Sigma 85mm F1.2 DG | Art, Lensa Portrait dengan Bokeh Istimewa

Sigma 85mm F1.2 DG | Art dirancang untuk fotografer profesional yang mengutamakan detail tajam, pemisahan subjek yang kuat, dan karakter bokeh yang indah. Sebagai lensa medium-telephoto untuk kamera mirrorless full-frame, focal length 85mm sangat cocok untuk fotografi portrait, wedding, fashion, hingga produksi video sinematik.
Keunggulan utamanya terletak pada aperture maksimum F1.2, yang memungkinkan fotografer menghasilkan depth of field sangat dangkal. Subjek dapat terlihat menonjol dengan latar belakang blur yang halus, sekaligus memberikan keleluasaan lebih ketika memotret dalam kondisi cahaya terbatas.
Ketajaman tinggi sejak aperture F1.2

Sigma menggunakan konstruksi optik 17 elemen dalam 12 grup, termasuk dua elemen SLD dan elemen aspherical. Kombinasi ini dirancang untuk menekan aberasi kromatik, spherical aberration, dan sagittal coma flare, sehingga detail serta tekstur subjek tetap terjaga bahkan ketika lensa digunakan pada bukaan maksimum.
Diafragma 13 bilah membulat membantu menghasilkan bokeh yang tetap terlihat natural saat aperture diperkecil. Sigma juga mengoptimalkan desain lensa untuk mengurangi flare dan ghosting ketika menghadapi sumber cahaya yang kuat.
Performa autofocus untuk foto dan video
Lensa ini menggunakan sistem Dual HLA (High-response Linear Actuator) untuk menghasilkan autofocus yang cepat, presisi, dan senyap. Kemampuan tracking-nya membantu menjaga fokus pada subjek, termasuk ketika menggunakan aperture F1.2 yang memiliki ruang fokus sangat tipis.
Untuk kebutuhan video, desain optiknya turut meminimalkan focus breathing agar perubahan sudut pandang ketika berpindah fokus tidak terlalu terlihat.
Ringkas untuk kelas lensa F1.2
Meski memiliki aperture sangat besar, Sigma mengklaim lensa ini sebagai salah satu lensa autofocus 85mm F1.2 terkecil dan teringan di kelasnya. Bobotnya sekitar 905 gram, dengan panjang 119,7 mm untuk L-Mount dan 121,7 mm untuk Sony E-mount.
Dengar harga Rp30.450.000, fitur pendukungnya meliputi aperture ring dengan click switch, aperture ring lock, dua tombol AFL, struktur tahan debu dan percikan air, serta lapisan depan water- dan oil-repellent. Perlu diperhatikan, ketahanan tersebut bukan berarti lensa sepenuhnya kedap air.
2. Sigma 20-60mm F2.8-4 DG | Contemporary, Zoom Full-Frame yang Ringkas dan Fleksibel

Berbeda dari lensa prime 85mm, Sigma 20-60mm F2.8-4 DG | Contemporary menawarkan fleksibilitas melalui rentang zoom yang dimulai dari focal length ultra-wide 20mm hingga perspektif standar 60mm. Lensa ini ditujukan untuk kamera mirrorless full-frame dan cocok untuk fotografi perjalanan, landscape, street photography, dokumentasi sehari-hari, hingga pembuatan konten video.
Rentang 20mm memberikan sudut pandang luas untuk menangkap lanskap, arsitektur, atau suasana ruangan. Ketika diperbesar hingga 60mm, lensa dapat digunakan untuk mengambil detail, foto subjek, maupun portrait dengan perspektif yang lebih natural.
Sudut ultra-wide dalam bodi ringan

Salah satu daya tarik utama lensa ini adalah dimensinya yang ringkas. Sigma mencatat bobot sekitar 385 gram untuk L-Mount dan 375 gram untuk Sony E-mount, sehingga relatif mudah dibawa untuk perjalanan maupun pemotretan sepanjang hari.
Aperture maksimum F2.8 tersedia pada ujung wide 20mm, membantu pemotretan di kondisi cahaya terbatas. Seiring perubahan focal length, aperture maksimum berubah hingga F4 pada ujung telefoto 60mm.
Kemampuan close-up yang mengesankan

Sigma 20-60mm F2.8-4 Contemporary memiliki jarak fokus minimum 15,8 cm pada focal length 28mm dan rasio pembesaran maksimum 1:2,3 pada 35mm. Kemampuan ini memberi ruang untuk menghasilkan foto close-up dengan detail yang menonjol, seperti makanan, produk, aksesori, dan objek kecil lainnya.
Konstruksi optiknya terdiri dari 15 elemen dalam 13 grup, termasuk tiga elemen SLD dan tiga elemen aspherical. Kombinasi tersebut dirancang untuk menjaga ketajaman serta mengoreksi berbagai aberasi di sepanjang rentang zoom.
Mendukung kebutuhan hybrid creator
Selain autofocus HLA yang cepat dan senyap, lensa ini dirancang untuk meminimalkan focus breathing. Hal tersebut berguna saat merekam video dengan perpindahan fokus agar perubahan komposisi tidak terlalu mengganggu.
Struktur tahan debu dan percikan air serta lapisan water- dan oil-repellent pada elemen depan juga mendukung pemotretan di luar ruangan. Namun, lensa tetap tidak boleh dianggap waterproof.
Dengan filter 67mm dan panjang sekitar 86 mm untuk L-Mount atau 88 mm untuk Sony E-mount, Sigma 20-60mm F2.8-4 DG | Contemporary yang seharga Rp16.700.000 ini menjadi pilihan menarik bagi pengguna full-frame yang menginginkan rentang zoom praktis tanpa membawa lensa berukuran besar.
3. Sigma 50-120mm F2.8 DC OS | Contemporary, Telefoto APS-C dengan Aperture Konstan

Sigma 50-120mm F2.8 DC OS | Contemporary menjadi pilihan bagi pengguna kamera APS-C yang membutuhkan jangkauan telefoto dengan aperture besar. Rentang focal length-nya setara dengan sekitar 75-180mm dalam format full-frame, sehingga cocok untuk portrait, acara, fotografi outdoor, hingga pengambilan detail dari jarak yang lebih jauh.
Salah satu keunggulan utama lensa ini adalah aperture konstan F2.8 di seluruh rentang zoom. Artinya, fotografer dapat mempertahankan bukaan maksimum yang sama ketika berpindah dari 50mm ke 120mm, tanpa kehilangan fleksibilitas eksposur akibat perubahan aperture maksimum.
Telefoto dengan bodi yang mudah dibawa

Untuk lensa telefoto dengan aperture konstan F2.8, ukuran menjadi aspek penting. Sigma merancang produk ini dengan panjang sekitar 99 mm dan bobot 390 gram untuk Sony E dan Fujifilm X, sementara versi Canon RF memiliki bobot sekitar 410 gram.
Dimensi tersebut membuatnya lebih praktis untuk dibawa saat pemotretan acara, perjalanan, maupun sesi portrait di luar ruangan. Ketika digunakan pada ujung 120mm, efek kompresi perspektif dan bokeh telefoto dapat membantu memisahkan subjek dari latar belakang.
Optical stabilization hingga 6,5 stop
Lensa ini dibekali sistem stabilisasi optik OS2, dengan kompensasi hingga 6,5 stop pada ujung wide dan 4,5 stop pada ujung telefoto berdasarkan pedoman CIPA. Fitur tersebut membantu mengurangi efek guncangan kamera ketika memotret menggunakan shutter speed lebih lambat.
Autofocus HLA mendukung pemfokusan cepat dan presisi, sementara desain optiknya turut menekan focus breathing agar lebih nyaman digunakan untuk video.
Konstruksi optiknya terdiri dari 18 elemen dalam 13 grup, termasuk satu elemen FLD, tiga elemen SLD, dan empat elemen aspherical. Lensa ini juga menggunakan diafragma 11 bilah membulat untuk membantu menghasilkan bokeh yang halus.
Melengkapi trio zoom F2.8 untuk APS-C
Sigma 50-120mm F2.8 DC OS | Contemporary melengkapi dua lensa APS-C yang telah lebih dahulu hadir, yaitu Sigma 10-18mm F2.8 DC DN | Contemporary dan Sigma 18-50mm F2.8 DC DN | Contemporary.
Ketiganya membentuk sistem zoom dengan aperture konstan F2.8 dari ultra-wide hingga telefoto. Menurut Sigma, bobot total ketiga lensa tersebut kurang dari 1 kg, sehingga pengguna dapat membangun sistem fotografi yang fleksibel tanpa harus membawa perlengkapan terlalu berat.
Sigma 50-120mm F2.8 DC OS | Contemporary direncanakan hadir di Indonesia pada Desember 2026, dengan harga Rp15.700.000.
Perbandingan Ketiga Lensa Sigma
|
Spesifikasi |
85mm F1.2 Art |
20-60mm F2.8-4 Contemporary |
50-120mm F2.8 DC OS Contemporary |
|---|---|---|---|
|
Jenis |
Prime portrait |
Zoom standar |
Zoom telefoto |
|
Format sensor |
Full-frame |
Full-frame |
APS-C |
|
Aperture maksimum |
F1.2 |
F2.8-4 |
F2.8 |
|
Mount |
L-Mount, Sony E |
L-Mount, Sony E |
Canon RF, Fujifilm X, Sony E |
|
Bobot |
905 g |
375-385 g |
390-410 g |
|
Harga |
Rp30.450.000 |
Rp16.700.000 |
Rp15.700.000 |
Mana yang Paling Sesuai dengan Kebutuhan Anda?
Ketiga lensa ini memiliki keunggulan yang berbeda, sehingga pilihan terbaik bergantung pada jenis fotografi atau videografi yang paling sering dilakukan.
-
Sigma 85mm F1.2 DG | Art cocok untuk fotografer portrait, wedding, dan fashion yang mengutamakan bokeh besar, pemisahan subjek, serta ketajaman tinggi.
-
Sigma 20-60mm F2.8-4 DG | Contemporary ideal bagi pengguna full-frame yang membutuhkan zoom serbaguna dengan sudut ultra-wide, bobot ringan, dan kemampuan close-up.
-
Sigma 50-120mm F2.8 DC OS | Contemporary menarik bagi pengguna APS-C yang membutuhkan jangkauan telefoto, aperture konstan F2.8, serta stabilisasi optik untuk pemotretan dan video.
Dengan karakter yang saling melengkapi, ketiga lensa ini memperlihatkan bagaimana Sigma menawarkan solusi untuk kebutuhan kreatif yang berbeda—mulai dari portrait profesional, fotografi sehari-hari, hingga pemotretan telefoto yang membutuhkan fleksibilitas dan mobilitas.
Untuk informasi produk kamera, lensa, dan aksesori fotografi lainnya, kunjungi Borneo Digital dan temukan perlengkapan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Source: Sigma Global
Ingin mencari kamera compact, kamera digital, atau perlengkapan untuk kebutuhan fotografi dan videografi? Kunjungi Borneo Digital untuk melihat pilihan kamera dan aksesori dari berbagai merek sesuai kebutuhanmu.
Selalu perbarui informasi dan dapatkan penawaran terbaru melalui situs resmi kami: www.borneodigital.co.id