Borneodigital.co.id - Nikon memperkenalkan Z5IIC, kamera mirrorless full-frame yang membawa pendekatan berbeda dibandingkan kamera konvensional. Alih-alih menggunakan electronic viewfinder (EVF), kamera ini mengandalkan layar sentuh vari-angle sebagai media utama untuk membidik.
Menariknya, Nikon tetap mempertahankan sejumlah kemampuan utama dari Z5II, termasuk sensor full-frame 24,5 MP, prosesor EXPEED 7, IBIS 5-axis hingga 7,5 stop, serta kemampuan merekam video 4K/60p. Dengan harga mulai $1.399,95 untuk body only, Z5IIC ditujukan untuk pengguna yang menginginkan kualitas full-frame dalam pengalaman penggunaan yang lebih santai dan familiar seperti smartphone.
Tanpa Viewfinder, Pengalaman Memotret Jadi Lebih Santai

Perbedaan paling mudah terlihat pada Z5IIC adalah absennya viewfinder. Bagian atas kamera dibuat lebih datar sehingga pengguna sepenuhnya mengandalkan layar vari-angle untuk melihat komposisi.
Nikon sendiri menjelaskan bahwa huruf “C” pada Z5IIC berarti “casual”, bukan “compact”. Konsep ini memang ditujukan untuk penggunaan sehari-hari, travel, candid, hingga membuat konten dengan cara yang lebih spontan.
Layar vari-angle dapat diputar ke berbagai arah, termasuk menghadap ke depan untuk selfie. Saat Selfie Mode aktif, antarmuka kamera juga dibuat lebih sederhana dan face/eye tracking akan aktif secara otomatis.
Pendekatan ini membuat Z5IIC terasa lebih dekat dengan kebiasaan memotret menggunakan smartphone, tetapi tetap menawarkan fleksibilitas lensa interchangeable dan sensor full-frame.
Sensor Full-Frame 24,5 MP dan EXPEED 7

Di balik desainnya yang lebih sederhana, Z5IIC menggunakan sensor FX full-frame beresolusi 24,5 MP yang sama dengan Z5II.
Kamera ini juga menggunakan prosesor EXPEED 7, yang mendukung pengolahan gambar, autofocus, serta performa di kondisi minim cahaya.
Nikon menyebut kombinasi sensor full-frame dan lensa NIKKOR Z memungkinkan pengguna mendapatkan depth dan bokeh yang lebih natural. EXPEED 7 juga membantu mengurangi noise ketika memotret pada ISO tinggi.
Untuk fotografi, rentang ISO dapat mencapai 64.000, sedangkan untuk video hingga 51.200.
IBIS 5-Axis hingga 7,5 Stop

Meskipun ditujukan sebagai kamera yang lebih kasual, Z5IIC tetap membawa 5-axis in-body image stabilization (IBIS) dengan kompensasi hingga 7,5 stop berdasarkan standar CIPA yang dicantumkan Nikon.
Fitur ini berguna ketika memotret handheld, terutama dalam kondisi cahaya rendah. Untuk video, stabilisasi juga membantu menjaga hasil rekaman tetap lebih smooth ketika kamera digunakan tanpa tripod.
Burst hingga 30 fps dan Pre-Release Capture

Z5IIC bukan hanya mengandalkan kemudahan penggunaan. Performanya juga cukup fleksibel untuk menangkap subjek yang bergerak.
Kamera mampu mengambil gambar hingga:
-
14 fps menggunakan mechanical shutter
-
30 fps menggunakan electronic shutter
Selain itu, tersedia fitur Pre-Release Capture yang mulai menyimpan gambar sebelum tombol shutter ditekan sepenuhnya. Fitur ini berguna ketika momen terjadi sangat cepat dan sulit diprediksi.
Autofocus-nya juga menggunakan teknologi subject detection berbasis deep learning yang mampu mengenali berbagai subjek, termasuk manusia, hewan, kendaraan, dan untuk pertama kalinya pada kamera ini, ikan.
Video 4K/60p dan Internal RAW 12-bit
Untuk kebutuhan video, Z5IIC mampu merekam 4K/60p serta Full HD hingga 120 fps untuk slow motion.
Kamera juga mendukung:
-
N-RAW 12-bit internal
-
H.265 10-bit
-
H.265 10-bit N-Log
-
RED LUTs
-
Stereo sound
Dengan dukungan tersebut, Z5IIC tidak hanya ditujukan untuk foto sehari-hari, tetapi juga dapat digunakan untuk produksi video dengan kebutuhan pengolahan warna yang lebih fleksibel.
Nikon juga membekali kamera dengan Product Review Mode, yang secara otomatis mengalihkan fokus ke objek yang diletakkan di depan kamera lalu kembali ke wajah pengguna ketika objek tersebut dipindahkan. Fitur seperti ini cukup relevan untuk content creator dan product reviewer.
Imaging Recipes untuk Eksplorasi Gaya Foto
Salah satu fitur yang cukup menarik adalah Imaging Recipes.
Pengguna dapat mengunduh berbagai recipe dari Nikon Imaging Cloud dan menerapkannya langsung di kamera. Nikon menyebut tersedia lebih dari 1.400 Imaging Recipes di layanan tersebut.
Selain itu, Z5IIC memiliki 31 Picture Control bawaan dan fitur Film Grain yang dapat memberikan tekstur menyerupai karakter foto film.
Ada pula 15 Scene Modes yang secara otomatis mengoptimalkan pengaturan kamera berdasarkan jenis adegan yang dipilih, mulai dari sunset, nightscape, portrait, hingga food.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna pemula tidak harus selalu mengatur parameter kamera secara manual untuk mendapatkan tampilan tertentu.
Ada Beberapa Kompromi Dibandingkan Z5II
Harga Z5IIC yang lebih rendah tentu datang dengan beberapa pengurangan fitur.
Jika dibandingkan dengan Z5II, Z5IIC tidak memiliki:
-
Electronic viewfinder
-
Dedicated AF joystick
-
Dual card slot
-
Layar dengan resolusi setinggi Z5II
Z5IIC hanya memiliki satu slot UHS-II SD card, sementara layar vari-angle-nya menggunakan resolusi 1,04 juta dots.
Bobotnya berada di angka sekitar 620 gram, dengan dimensi 134 × 80,5 × 72 mm.
Jadi, pengurangan fitur pada Z5IIC bukan hanya soal menghilangkan viewfinder. Nikon juga menyederhanakan beberapa bagian lain untuk menempatkannya pada segmen penggunaan yang lebih kasual.
Z5IIC atau Z5II?

Keduanya menggunakan basis kemampuan yang cukup dekat. Sensor full-frame 24,5 MP, IBIS hingga 7,5 stop, autofocus berbasis subject detection, serta kemampuan video 4K/60p menjadi bagian dari pengalaman yang sama.
Perbedaan utamanya justru berada pada cara kamera digunakan.
| Nikon Z5IIC | Nikon Z5II |
|---|---|
| Tanpa electronic viewfinder | Dengan electronic viewfinder |
| Mengandalkan layar vari-angle | Layar + viewfinder |
| Single UHS-II SD card | Dual card slot |
| Tanpa dedicated AF joystick | Memiliki AF joystick |
| Lebih berorientasi casual shooting | Lebih konvensional untuk fotografi |
| Cocok untuk layar, travel, candid, dan everyday shooting | Lebih sesuai untuk pengguna yang sering memotret melalui viewfinder |
Nikon sendiri memosisikan keduanya bukan semata berdasarkan perbedaan kualitas gambar, tetapi berdasarkan gaya memotret. Z5IIC ditujukan bagi pengguna yang nyaman membidik melalui layar, sementara Z5II tetap menyediakan pengalaman fotografi dengan kamera berada di depan mata.
Harga Nikon Z5IIC Mulai $1.399,95
Nikon Z5IIC tersedia dalam pilihan warna hitam dan silver.
Harga yang diumumkan Nikon:
-
Z5IIC Body Only: $1.399,95 atau Rp25.999.000
-
Z5IIC + NIKKOR Z 24-50mm f/4-6.3: $1.699,95
-
Z5IIC + NIKKOR Z 26mm f/2.8: $1.899,90
-
Z5IIC + NIKKOR Z 24-105mm: $1.949,90
Kamera ini dijadwalkan tersedia mulai Oktober 2026.
Full-Frame dengan Pendekatan yang Lebih Sederhana
Nikon Z5IIC menarik karena mencoba membawa pengalaman full-frame ke arah yang lebih sederhana. Pengguna tetap mendapatkan sensor 24,5 MP, EXPEED 7, IBIS, autofocus berbasis AI, hingga kemampuan 4K/60p, tetapi tanpa viewfinder dan beberapa fitur yang biasanya ditemukan pada kamera full-frame konvensional.
Pendekatan ini membuat Z5IIC lebih menekankan pada cara memotret yang spontan dan menggunakan layar, terutama untuk everyday photography, travel, candid, selfie, dan content creation.
Bagi pengguna yang memang terbiasa menggunakan layar sebagai media utama untuk membidik, konsep Z5IIC menawarkan alternatif menarik di kelas full-frame.
Source: RedShark News & Nikon USA
Segera dapatkan kamera dan perlengkapan fotografi pilihanmu di Borneo Digital. Tersedia berbagai pilihan kamera, lensa, dan aksesori untuk kebutuhan pemula hingga profesional di cabang Banjarmasin dan Palangkaraya.
Kunjungi www.borneodigital.co.id untuk melihat katalog dan promo terbaru.