Skip to content
en
Indonesia IDR
Jan 20, 2026 - borneo digital
Review Ricoh GR IV Monochrome: Kamera Hitam Putih Premium untuk Pecinta Fotografi Monokrom
Share:
Review Ricoh GR IV Monochrome: Kamera Hitam Putih Premium untuk Pecinta Fotografi Monokrom

Borneodigital.co.id - Ricoh GR IV Monochrome hadir sebagai kamera saku yang sepenuhnya didedikasikan untuk fotografi hitam putih. Di tengah anggapan bahwa kamera biasa pun mampu menghasilkan foto monokrom melalui mode atau profil warna, Ricoh justru mengambil jalur berbeda: menghadirkan kamera dengan sensor monokrom tanpa color filter array. Keputusan ini memang membuat kamera menjadi lebih mahal, kurang fleksibel, dan menyasar pasar yang sangat spesifik. Namun bagi fotografer yang mencintai proses dan pengalaman memotret hitam putih secara murni, pendekatan ini memiliki daya tarik tersendiri.

petapixel.com

Secara desain dan ergonomi, GR IV Monochrome hampir identik dengan GR IV standar. Bodinya sangat ringkas, bahkan lebih tipis dibanding GR III, dengan bobot sekitar 272 gram, menjadikannya kamera yang benar-benar ramah kantong. Tata letak tombol kembali ke gaya GR II yang lebih ergonomis, dengan dua command dial, kontrol exposure yang intuitif, serta desain yang aman disimpan di saku tanpa mudah tersangkut. Kekurangannya, kamera ini tetap tanpa EVF sehingga pengguna harus mengandalkan layar belakang atau membeli viewfinder optik tambahan.

 

Performa pemotretan menjadi nilai jual utama. Lensa 18.3mm f/2.8 (ekuivalen 28mm full-frame) yang diperbarui menawarkan ketajaman lebih baik hingga ke sudut frame, serta kemampuan close-up yang impresif. Sistem stabilisasi gambar juga ditingkatkan hingga klaim enam stop. Namun pembeda sesungguhnya adalah sensor monokrom 26MP, yang memberikan detail lebih tajam, noise lebih rendah, dan performa ISO tinggi yang terasa lebih bersih dibanding versi warna yang diubah ke mode hitam putih.

petapixel.com

Ricoh juga menyematkan filter merah fisik yang sangat berguna untuk menciptakan langit lebih dramatis dan kontras khas fotografi hitam putih klasik. Enam profil monokrom baru turut hadir, mulai dari karakter kontras tinggi hingga tonal lembut, lengkap dengan opsi kustomisasi. Hilangnya ND filter memang terasa, tetapi Ricoh mengimbanginya dengan rana elektronik hingga 1/16.000 detik, memungkinkan pemotretan bukaan lebar di kondisi terang.

 

Meski menawarkan pengalaman yang sangat khas, harga US$2.200 atau sekitar 37jt-an menjadi penghalang utama. Selisih sekitar US$700 dibanding GR IV standar jelas tidak mudah diterima semua orang. Namun bagi fotografer hitam putih yang mengutamakan pengalaman, karakter, dan keunikan, Ricoh GR IV Monochrome adalah kamera niche yang nyaris tak memiliki pesaing langsung di kelasnya—sebuah alternatif menarik di luar dominasi Leica Monochrom.

 

Sumber: Petapixel 

 

Ingin membeli Ricoh GR IV Mono? atau belanja keperluan kamera, audio, studio, dll? di Borneo Digital aja! tersedia di cabang Banjarmasin dan Palangkaraya. Tetap pantengi informasi dan penawaran terbaru di website resmi kami: borneodigital.co.id

Drawer Title

WA BJB 081257337977

WA BJM 081253143458

WA BJM II 082352741158

WA PKY 081250070875

Similar Products