Borneodigital.co.id - DJI terus menjadi pemimpin dalam industri stabilizer smartphone dengan menghadirkan seri Osmo Mobile, yang selalu menawarkan inovasi dan peningkatan performa di setiap generasi. Kali ini, kita akan membandingkan tiga model: DJI Osmo Mobile 8, Osmo Mobile 7P, dan Osmo Mobile 7, untuk membantu Anda menentukan mana yang paling cocok untuk kebutuhan pembuatan konten Anda.
1. Desain dan Portabilitas

Osmo Mobile 8 hadir dengan desain baru yang sedikit lebih panjang dari pendahulunya, memberikan genggaman yang lebih stabil dan ergonomis. Perangkat ini memiliki dimensi 288×107×96 mm saat terbuka dan 190×95×46 mm saat dilipat, hampir identik dengan Osmo Mobile 7P, namun sedikit lebih besar dari Osmo Mobile 7 yang hanya 278×107×93 mm.
Selain itu, Osmo Mobile 8 kini dilengkapi penjepit magnetik generasi keempat yang lebih kuat, memungkinkan penggunaan ponsel dengan modul kamera besar seperti iPhone Pro atau Samsung Galaxy Ultra. Semua model memiliki berat sekitar 300–370 gram, dengan Osmo Mobile 8 menjadi yang paling kokoh namun tetap ringan untuk mobilitas tinggi.
2. Daya Tahan dan Pengisian Daya

Ketiga model menggunakan baterai Li-Po 1S 3350 mAh dengan daya tahan hingga 10 jam penggunaan. Namun, Osmo Mobile 8 menonjol dengan fitur tambahan: fungsi power bank, yang memungkinkan pengguna mengisi daya smartphone langsung dari gimbal menggunakan port USB-C.
Waktu pengisian untuk ketiganya sama, yakni sekitar 2,5 jam menggunakan charger 10W.
3. Fitur Stabilitas dan Pelacakan

Salah satu peningkatan besar pada Osmo Mobile 8 adalah rotasi 360 derajat penuh, yang tidak tersedia pada Osmo Mobile 7 dan 7P. Fitur ini memungkinkan pembuatan video panorama, transisi sinematik, dan efek orbit yang halus—sesuai untuk kreator yang ingin hasil sinematik dari smartphone.
Ketiga model menggunakan teknologi ActiveTrack 7.0, namun Osmo Mobile 8 membawa peningkatan tambahan berupa dual-camera tracking, yang memungkinkan pelacakan subjek menggunakan kamera depan dan belakang secara bersamaan melalui aplikasi DJI Mimo.
Selain itu, Osmo Mobile 8 juga dilengkapi modul multifungsi bawaan, termasuk dukungan untuk pencahayaan LED, mikrofon nirkabel, dan sensor pelacakan tambahan. Pada Osmo Mobile 7, modul multifungsi ini masih bersifat opsional.
4. Konektivitas dan Kompatibilitas

Ketiga perangkat mendukung Bluetooth 5.3 dan terhubung dengan aplikasi DJI Mimo untuk kontrol penuh terhadap fitur-fitur kamera. Semua model kompatibel dengan smartphone berukuran 170–300 g, ketebalan 6.9–10 mm, dan lebar 67–84 mm, sehingga cocok digunakan untuk hampir semua ponsel flagship modern.
Namun, Osmo Mobile 8 menawarkan dukungan iOS DockKit Tracking, memungkinkan pengguna iPhone 12 atau lebih baru (dengan iOS 18.5 ke atas) untuk memanfaatkan pelacakan bawaan sistem tanpa membuka aplikasi tambahan.
5. Kecerdasan Tambahan
Fitur Quick Launch tetap hadir di semua model, memudahkan pengguna untuk langsung merekam begitu gimbal dibuka. Selain itu, fitur ShotGuides membantu pengguna membuat video profesional melalui panduan otomatis yang cerdas.
Kesimpulan: Mana yang Paling Layak Dibeli?
-
Jika Anda mencari fitur paling canggih dan fleksibel, seperti rotasi 360°, fungsi power bank, dan pelacakan ganda, maka DJI Osmo Mobile 8 adalah pilihan terbaik.
-
Bagi pengguna yang ingin kualitas tinggi dengan harga sedikit lebih terjangkau, Osmo Mobile 7P menawarkan performa hampir setara, tanpa rotasi 360° dan fitur DockKit.
-
Sedangkan Osmo Mobile 7 cocok untuk pemula atau kreator kasual yang ingin hasil stabil tanpa memerlukan fitur tambahan.
Dengan peningkatan besar dalam desain, kecerdasan pelacakan, dan fleksibilitas penggunaan, DJI Osmo Mobile 8 menjadi standar baru untuk gimbal smartphone modern—ringan, pintar, dan siap untuk setiap momen kreatif Anda.
Belanja keperluan kamera, audio, studio, dll? di Borneo Digital aja! tersedia di cabang Banjarmasin dan Palangkaraya. Tetap pantengi informasi dan penawaran terbaru di website resmi kami: borneodigital.co.id