Skip to content
en
Indonesia IDR
Mar 30, 2026 - borneo digital
ISO Itu Apa? Cara Simpel Bikin Foto Terang Tanpa Ribet
Share:
ISO Itu Apa? Cara Simpel Bikin Foto Terang Tanpa Ribet

Borneodigital.co.id - Dalam fotografi, ada tiga elemen utama yang sering disebut sebagai segitiga exposure, yaitu aperture, shutter speed, dan ISO. Nah, ISO adalah bagian yang mengatur seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya. Memahami ISO akan membantu kamu mendapatkan foto yang terang tanpa harus selalu bergantung pada pencahayaan tambahan.

 

Apa Itu ISO?

Secara sederhana, ISO menentukan tingkat kepekaan kamera terhadap cahaya. Pada ISO rendah, maka sensor akan kurang sensitif terhadap foto lebih gelap. Sebaliknya, saat ISO di setting tinggi akan menyebabkan sensor lebih sensitif sehingga foto akan menjadi lebih terang. Angka ISO biasanya dimulai dari ISO 100, 200, 400, 800, 1600, hingga 6400 atau lebih tergantung kamera.

 

ISO Rendah vs ISO Tinggi

  • ISO rendah (100–200)
    Cocok digunakan saat kondisi terang, seperti di luar ruangan pada siang hari. Hasil foto akan lebih jernih, tajam, dan minim noise.

  • ISO tinggi (1600 ke atas)
    Digunakan saat kondisi minim cahaya, seperti malam hari atau indoor. Foto akan lebih terang, tapi ada risiko muncul noise (bintik-bintik kasar).


Efek Samping: Noise

Website DJKN

Semakin tinggi ISO, semakin besar kemungkinan muncul noise atau grain pada foto. Ini membuat gambar terlihat kurang bersih dan detail berkurang.

 

Karena itu, prinsip dasarnya adalah:
Gunakan ISO serendah mungkin, naikkan hanya jika diperlukan

 

Biasanya ISO dinaikkan saat tidak bisa memperlambat shutter speed (takut blur) dan tidak bisa membuka aperture lebih besar.


Panduan ISO Berdasarkan Kondisi

 

Penggunaan ISO harus menyesuaikan dengan kondisi. Selain untuk menghindari noise, juga untuk menjaga kejernihan foto. Berikut rekomendasi ISO dalam beberapa kondisi. 

  • Pada kondisi terang (outdoor siang hari) → ISO 100–200

  • Berawan/teduh → ISO 400–800

  • Indoor/malam hari → ISO 1600–3200 (atau lebih jika perlu)


Tips Praktis untuk Pemula

 

  • Gunakan ISO 100 sebagai default saat cahaya cukup

  • Aktifkan Auto ISO jika masih belajar agar kamera membantu menyesuaikan

  • Jika foto mulai terlihat kasar, coba turunkan ISO dan kompensasi dengan aperture atau shutter speed

  • Gunakan tripod saat kondisi gelap agar bisa tetap memakai ISO rendah


Hubungan ISO dengan Aperture dan Shutter Speed

Panduan untuk Pemula - Pemahaman Dasar tentang ISO, Kecepatan Rana, dan  Bukaan - Tahusa

ISO tidak berdiri sendiri. Saat kamu menaikkan ISO untuk membuat foto lebih terang, biasanya kamu bisa:

  • Menggunakan shutter speed lebih cepat (biar tidak blur), atau

  • Menggunakan aperture lebih kecil (biar lebih tajam)

Semua ini saling terhubung dalam exposure atau lebih dikenal dengan istilah segitiga exposure.


So, ISO adalah kunci untuk mengontrol kecerahan foto melalui sensitivitas sensor. Tapi ingat, semakin tinggi ISO, semakin besar risiko noise.

Rumus simpelnya:
ISO rendah = bersih dan tajam, ISO tinggi = terang tapi berisiko noise

Dengan memahami ISO, kamu semakin dekat menguasai dasar fotografi dan bisa lebih fleksibel dalam berbagai kondisi pencahayaan.

 

Source: snapshot.asia.canon, nikon.co.uk

 

Ingin belanja keperluan kamera, audio, studio, dll? di Borneo Digital aja! tersedia di cabang Banjarmasin dan Palangkaraya. Tetap pantengi informasi dan penawaran terbaru di website resmi kami: borneodigital.co.id

Drawer Title

WA BJB 081257337977

WA BJM 081253143458

WA BJM II 082352741158

WA PKY 081250070875

Similar Products